Tolak Peluru: Pengertian, Gaya, Teknik, Peraturan

In Olahraga 151 views

Tolak Peluru: Olahraga Yang Memperkuat Otot Tangan, Tapi Jarang Diminati

apa itu tolak peluru

Jika kamu mengenal olahraga bernama tolak peluru, itu berarti wawasanmu dalam bidang olahraga termasuk luas. Pasalnya olahraga tolak peluru tidak banyak diketahui orang karena sedikit yang menyukainya. Padahal, tolak peluru memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Di antaranya dapat memperkuat tulang, memperbesar otot, dan menambah stamina.

Secara pengertian tolak peluru dapat diartikan sebagai salah satu jenis olahraga melempar beban yang dilakukan dengan cara menolak peluru sejauh yang dibisa supaya memperoleh hasil yang maksimal. Sebab itu diperlukan teknik dasar menolak peluru guna mendapat hasil lemparan sejauh-jauhnya. Olahraga atletik ini dipertandingkan baik dalam tingkat nasional atau internasional.

Peluru yang dilempar memiliki berat yang bermacam-macam tergantung dengan tingkat peserta. Beberapa berat bola besi tolak peluru di antaranya untuk junior puteri seberat 3 kg, junior putera 5 kg, senior puteri 4 kg, serta senior putera 7,257 kg.

Olahraga ini memiliki peralatan wajib seperti bola peluru, bendera, peluit, dan alat ukur. Pelurunya terbuat dari besi, logam solid, stainless steel, pasir, atau polivinil. Untuk ukuran peluru menyesuaikan jenis lapangan. Peluru yang lebih besar digunakan untuk jenis lapangan indoor.

Sejarah Olahraga Tolak Peluru

Sejarah dari tolak peluru ternyata telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Cabang olahraga ini dulunya populer di kalangan pria Britania, Inggris untuk menguji kekuatan pria. Dahulu peluru yang dipakai berupa batu, tidak besi. Baru kemudian pada zaman pertengahan meriam menjadi inspirasi lahirnya tolak peluru modern dengan diadakannya perlombaan melempar peluru meriam sejauh mungkin.

Pada 1866 tolak peluru dilombakan dalam kejuaraan amator dan pada 1896 masuk Olimpiade Athena, Yunani. Tolak peluru mendapat kemajuan besar pada 1950 ketika Parry O’Brien memulai tolakan menghadap bagian belakang ring (metode O’Brien). Teknik ini popular karena dapat mencapai keberhasilan.

Lapangan

lapangan tolak peluru

Lapangan tolak peluru ketika dilihat sekilas mirip dengan cabang olahraga lempar cakram. Bedanya, ada papan batas tolakan yang terdapat pada lingkaran tolak peluru.Ketentuan lain untuk lapangan tolak peluru yaitu:

  1. Ada dua bagian lapangan tolak peluru berupa lingkaran tolakan dan sektor pendaratan.
  2. Diameter lingkaran tolakan sebesar 2,235 meter, dikelilingi ring besar setebal 66 mm, dan tinggi 2 cm untuk batas lingkaran. Bagian depan lingkaran tolakan dipasang balok atas tolakan yang memiliki panjang 1,22 m, tinggi 10 cm, dan tebal 11,4 cm.
  3. Sektor pendaratan berupa garis batas (sector line) dan garis ukur standar yang bagian ini terletak di tengah sektor pendaratan. Sudut sektor pendaratan 40 derajat dengan panjang minimal 25 m.

Teknik Tolak Peluru

Setiap pemain tolak peluru harus menguasai teknik dasar melakukan tolak peluru.

  • Teknik Menguatkan Tangan

Bagi seorang pemain tolak peluru, kekuatan otot lengan menjadi andalan utama untuk mendapatkan poin. Sehingga otot lengan harus dijaga guna memperoleh lemparan yang jauh. Membuat otot tangan dan lengan menjadi kuat dan penuh power dilakukan dengan beragam latihan.

  • Teknik Memegang Peluru

Cara memegang bola dalam tolak peluru pun memiliki aturan dan tekniknya tersendiri, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ini dilakukan untuk memperoleh efek dorongan yang maksimal. Tekniknya, pertama, setiap atlet profesional menggunakan posisi jari rapat dan jari jempol berada pada samping sehingga mendapat lemparan yang jauh. Kedua, setiap atlet dilatih memiliki jari yang kuat dan panjang dengan posisi jari sedikit merenggang dan jari kelingking ditekuk ke arah samping. Ketika melakukan hal ini pertama kali, perhatikanlah kekuatan tangan dengan sedikit merenggangkan jari dan usahakan dorongannya kuat.

  • Teknik Meletakkan Peluru

Teknik meletakkan peluru memiliki aturannya sendiri. Sehingga setiap atlet harus bisa meletakkan peluru secara baik dan benar. Caranya, pertama, posisi kaki membentuk kuda-kuda, kaki kanan berada di depan garis dan dibuka selebar bahu ke arah lemparan. Kedua, bola peluru dipegang kuat menggunakan tangan dengan teknik yang tepat. Ketiga, peluru diletakkan di permukaan bahu, tangan bahu sedikit dimiringkan, dan bola peluru dipegang menggunakan tangan kanan. Keempat, condongkan badan ke depan dengan posisi ditekuk. Kelima, posisi badan rileks.

Peraturan Tolak Peluru

Tolak peluru memiliki peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap atlet. Terdapat setidaknya 11 aturan yang dapat dijelaskan berikut ini.

  • Atlet diperkenankan masuk dari samping atau dari belakang lingkaran tolak.
  • Waktu yang diberikan pada atlet setelah namanya dipanggil adalah 60 detik guna menyelesaikan pertandingan. Namun, saat atlet belum melakukan tolakan juga dalam waktu 3 menit akan didiskualifikasi.
  • Memakai sarung tangan tak diperbolehkan, tapi mengenakan pelindung untuk ruas jari diperbolehkan selama pertandingan berlangsung.
  • Ketika atlet ada di dalam area pertandingan, khususnya di dalam wilayah lemparan dapat memegang lingkaran besi.
  • Peluru dapat ditahan oleh atlet menggunakan leher saat melakukan gerakan tolakan.
  • Diskualifikasi akan diberikan pada atlet yang tak melaksanakan peraturan, contoh melempar di depan perut atau di belakang kepala.
  • Aturan menolak peluru menggunakan satu lengan dengan posisi di atas bahu.
  • Saat kaki atlet berada di luar lingkaran ketika melakukan tolakan akan didiskualifikasi.
  • Diskualifikasi juga diberikan pada atlet yang pelurunya mendarat di luar sektor pendaratan (34,92 derajat) sebanyak tiga kali gagal.
  • Skor didapat dan dihitung lewat pengukuran ketika pertama kali peluru jatuh sampai tengah lingkaran.
  • Atlet meninggalkan lingkaran lewat sisi belakang usai melakukan lemparan. Usai peluru mendarat, atlet bisa meninggalkan lingkaran.

Gaya

Setiap atlet tolak peluru harus memiliki gayanya sendiri. Ini dilakukan guna memperoleh keberhasilan saat melakukan pelemparan. Gaya ini mesti dilatih secara terus menerus. Setidaknya ada tiga gaya yang keterampilannya bisa diasah oleh atlet.

  1. Gaya Klasik (Samping)

Gaya klasik dalam tolak peluru telah ada sejak olahraga atletik ini lahir. Tidak diketahui secara pasti siapa yang telah menemukan gaya ini. Untuk metode melakukan gayanya sendiri dengan mengambil awalan arah menyamping sebelum atlet melontarkan tolakannya. Lalu peluru diangkat di atas bahu menggunakan tangan kanan dan tangan kiri memegang atas peluru. Namun ketika peluru dilempar, hanya menggunakan satu tangan.

  1. Gaya Spin (Berputar)

Pada 1972, Alexander Baryshikov merupakan sosok yang memperkenalkan gaya berputar untuk yang pertama kalinya dalam sejarah. Jarak yang dia peroleh ketika itu adalah 22 meter dan menjadi pemecah rekor baru untuk nomor putra pada masa tersebut. Gaya berputar dilakukan dengan gerakan memutar 360 derajat sebelum atlet melakukan lemparan. Gerakan ini dilakukan guna memperoleh momentum untuk melempar sejauh mungkin. Sayangnya, harus diakui gaya berputar cukup sulit karena mensyaratkan penguasaan teknik berputar secara tepat.

  1. Gaya Meluncur (Glide)

Pencipta dari gaya meluncur adalah O’Brien. Teknik dari melakukan gaya meluncur, ketika atlet akan melakukan tolakan pelurunya dia harus bergerak setengah putaran dulu. Untuk posisi persiapan, atlet menghadap ke belakang dan mendorongkan tubuhnya segera ke arah depan. Lontarkan peluru sejauh yang dibisa di dalam lapangan. Teknik ini cukup banyak dilakukan. Rekor untuk pemegang lemparan terjauh adalah atlet tolak peluru dari Jerman Timur Ulf Timmermann dengan panjang 23,06 meter.

Saat dipelajari, ternyata permainan olahraga satu ini memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh olahraga yang lain. Kamu berminat mempelajarinya?

Pengertian Sepak Bola, Teknik, Tujuan, Sejarah & Aturan
Pengertian Sepak Bola, Teknik, Tujuan, Sejarah & Aturan
Table of Contents Apa Itu Sepakbola?Sepak Bola,
Loncat Indah: Pengertian, Sejarah, Peraturan dan Gaya
Loncat Indah: Pengertian, Sejarah, Peraturan dan Gaya
Table of Contents Teknik Dasar Loncat Indah
Lempar Lembing – Pengertian, Sejarah, Teknik, Cara
Lempar Lembing – Pengertian, Sejarah, Teknik, Cara
Table of Contents Lempar Lembing, Olahraga Gabungan
Tenis Lapangan: Pengertian, Sejarah, Kejuaraan, Teknik
Tenis Lapangan: Pengertian, Sejarah, Kejuaraan, Teknik
Table of Contents Wajib Diketahui Semua Tentang
Must read×

Top