Lempar Lembing – Pengertian, Sejarah, Teknik, Cara

In Olahraga 720 views

Lempar Lembing, Olahraga Gabungan Dari Kecepatan, Kekuatan, Dan Teknik

apa itu lempar lembing

Olahraga satu ini dalam praktik di sekolah Indonesia memang jarang bahkan tak pernah dilakukan. Kebanyakan hanya mengetahui teori permainannya lewat buku atau modul. Padahal lempar lembing menarik.

Secara pengertian, lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik dengan aturan melemparkan lembing dalam jarak tertentu. Bentuk lembing berupa tombak yang memiliki sudut tajam di salah satu ujungnya. Untuk memenangkan pertandingan, lembing harus dilempar sejauh mungkin sekuat tenaga menggunakan tangan. Atlet lempar lembing setidaknya harus bisa menyeimbangkan tiga unsur, yaitu kecepatan, kekuatan, dan teknik.

Sejarah

Lempar lembing memiliki sejarah yang panjang sejak zaman kuno tepatnya pada zaman primitif dengan aktivitas berburu yang khas. Ini berkaitan erat dengan beragamnya teknik melempar manusia yang dilakukan dengan beragam cara. Dari berdiri kemudian melakukan ancang-ancang menggunakan satu atau dua tangan guna mengenai sasaran. Di samping itu, tombak berat juga digunakan untuk berperang di seluruh dunia selama berabad-abad. Hingga sampai saat ini terbentuk lembing untuk perlombaan.

Awalnya lembing dibuat menggunakan kayu yang ujungnya dari besi, kemudian diganti menggunakan kayu ringan dari Swedia. Pada era modern lalu lembing berubah terbuat dari logam dan fiberglass (serat kaca).

Pada 1908 lempar lembing menjadi salah satu cabang olahraga atletik di ajang pesta olimpiade. Setidaknya terdapat dua perkembangan yang memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan lempar lembing. Pertama, usaha menggunakan putaran jenis cakram ketika melempar. Meski jarak yang dihasilkan dalam metode ini baik, tapi sering tak dibolehkan. Kedua, terdapat aturan atlet dilarang membelakangi arah lemparan. Peraturan ini memantapkan jenis lempar lembing tradisional.

Lapangan

lapangan lempar lembing

Lapangan lempar lembing memiliki tiga bagian, yaitu jalur awalan, sudut lemparan, dan sektor lemparan.

  1. Jalur awalan adalah trak yang memiliki panjang setidaknya 30 meter (minimal) dan maksimal 36,5 meter. Lebar jalur ini 4 meter.
  2. Area sudut lemparan adalah area untuk melemparkan lembing ketika atlet usai berlari di area trak awalan. Sudut yang terbentuk sebesar 30 derajat dari poros tengah menuju pojok busur. Sudut berfungsi sebagai petunjuk harus batas luar kanan dan kiri area sektor lemparan. Jarak antara titik A (titik ancang-ancang) untuk melempar dari bibir busur hanya 8 meter yang berfungsi sebagai harus akhir yang tak boleh dilewati atlet ketika melempar. Namun ketika sudah melempar boleh disentuh, contohnya ketika akan menjatuhkan tubuh.
  3. Sektor lemparan adalah lapangan yang bentuknya kerucut dengan sudut lemparan sebagaimana telah ditetapkan di area sudut. Lapangan pendaratan memiliki panjang minimal 100 meter, karena belum ada atlet yang dapat melempar lembing sejauh 100 meter sejauh ini.

Peraturan

            Perkumpulan internasional terkait tolak peluru memiliki aturannya tersendiri dalam menentukan standar permainan. International Association of Athletics Federations (IAAF) yang merupakan asosiasi perkumpulan atletik internasional di mana tolak peluru menjadi anggota telah membuat aturan-aturan pasti terkait gravitasi lembing dan ukuran lembing dari bentuk serta berat.

Standar internasional pula menentukan panjang lembing untuk laki-laki minimal adalah 2,6-2,7 meter, sedangkan untuk perempuan 2,2-2,3 meter. Berat lembing bagi laki-laki yaitu minimal 800 gram, sedangkan untuk perempuan minimal 600 gram. Pusat gravitasi lembing untuk laki-laki 0,8-1,06 meter, sedangkan perempuan 0,8-0,92 meter yang masing-masing lengkap dengan pegangan dari tali.

Teknik

Teknik dasar melakukan lempar lembing terdiri dari cara memegang, membawa, dan melempar lembing.

Lembing yang dipegang dengan baik dan efektif dapat menjadi kunci keberhasilan lemparan. Terkait memegang lembing setidaknya ada tiga cara. Tiga cara ini tak menunjukkan satu gaya lebih baik daripada yang lain. Atlet harus memilih pegangan mana yang pas dan cocok baginya dengan latihan berulang-ulang. Dari sana dia dapat mengenali tiap-tiap jenis pegangan. Pilihan pegangan yang tepat dapat mengendalikan jalan dan arah lemparan yang tepat pula.

Pertama, cara Amerika, teknik dari pegangan yang cukup popular ini yaitu peganglah lembing di posisi belakang lilitan, lingkarkan jari telunjukmu di belakang lilitan tersebut. Kemudian tekan bagian permukaan menggunakan ibu jari. Sementara untuk jari yang lain lingkarkan pada bagian lembing dengan longgar.

Kedua, cara Finlandia, di mana lembing dipegang menggunakan jari tengah dan ibu jari di bagian belakang lilitan. Jari telunjuk diletakkan di sepanjang batang lembing serta serong pada arah yang wajar. Sementara itu jari yang lain secara longgar memegang badan lembing.

Ketiga, cara Jepit Tank (Tank Style), di mana jari telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang pegangan. Kelebihan dari pegangan tank dapat mencegah adanya luka di area siku, sedangkan kekurangannya lilitan tipis sering menimbulkan masalah ketika melempar.

Ketika atlet tengah membawa lembing, setidaknya terdapat tiga cara dalam melakukan sesi awalan.

  • Serongkan mata lembing ke atas dan letakkanlah lembing lebih tinggi dari bahu.
  • Bawalah lembing di belakang badan, di mana arah mata lembingnya serong ke atas sedangkan posisi lembing searah alur lengan.
  • Bawalah lembing di atas bahu, sementara mata lembing menghadap ke serong bawah.

Untuk membawa lembing terdapat tiga cara yang bisa dilakukan dari awal hingga akhir. Berikut tahapannya.

  1. Awalan

Dalam memulai awalan, lembing diangkat ke atas kepala dengan telapak tangan menghadap ke atas dan posisi lengan menekuk. Kemudian, posisikan lembing sejajar dengan tanah di atas garis paralel dan turunkan kaki ketika melakukan langkah silang (cross step). Tahap selanjutnya, pandangan luru ke arah depan dan putar bahu secara perlahan ke kanan ketika tubuh condong ke belakang.

  1. Lemparan

Inilah saat yang menjadi penentu keberhasilan, yakni pada lemparan. Tariklah bahu kanan, poros bahu digerakkan secara tepat ketika lengan tengah melakukan gerak melempar dan posisi badan bergerak melalui kaki depan. Lepaskan lembing.

  1. Akhiran

            Ketika melakukan gerakan akhiran kaki jangan sampai keluar garis batas lemparan. Langkahkanlah kaki ke depan dengan seimbang.

Cara Melakukannya

Pertandingan berskala internasional seperti olimpiade, panitia penyelenggara akan menyediakan lembing yang telah diperiksa berdasarkan levelnya masing-masing. Sedangkan untuk pertandingan berskala kecil di tingkat lokal, atlet bisa membawa lembing sendiri asal sesuai kriteria dari panitia.

Saat pertandingan berlangsung, atlet lempar lembing hanya boleh menggunakan awalan hingga melempar di tempat yang telah tersedia. Ketika atlet melebihi batas maka lemparannya tak sah. Lembing mendarat dengan sah dan dapat dinilai apabila bagian mata lembing jatuh lebih dulu pada area yang disediakan dan posisinya menancap tanah atau hanya menggores tanah.

Masing-masing atlet hanya memiliki satu kali kesempatan untuk melempar lembing. Para atlet akan bertanding guna mendapat jarak terjauh dari lembing yang telah terlempar. Ketika melakukan awalan lembing tak boleh menyentuh tanah, tindakan ini dapat membuat atlet didiskualifikasi.

Menjadi atlet lempar lembing yang berprestasi memang tak mudah dan membutuhkan proses yang konsisten. Atlet lempar lembing mana pun akan melakukan latihan rutin guna menjaga tubuhnya selalu luwes dan mahir ketika melempar.

Di luar fisik ternyata ada hal-hal lain yang mempengaruhi prestasi. Yaitu cuaca dan angin yang sedikit banyak akan mengubah sudut hasil lemparan. Lalu dukungan dari tim dan supporter yang memberikan energi dan semangat atlet. Serta stamina fisik dan psikis. Jadi, jangan sampai mengabaikan faktor-faktor ini juga ya.

Pengertian Sepak Bola, Teknik, Tujuan, Sejarah & Aturan
Pengertian Sepak Bola, Teknik, Tujuan, Sejarah & Aturan
Table of Contents Apa Itu Sepakbola?Sepak Bola,
Loncat Indah: Pengertian, Sejarah, Peraturan dan Gaya
Loncat Indah: Pengertian, Sejarah, Peraturan dan Gaya
Table of Contents Teknik Dasar Loncat Indah
Tolak Peluru: Pengertian, Gaya, Teknik, Peraturan
Tolak Peluru: Pengertian, Gaya, Teknik, Peraturan
Table of Contents Tolak Peluru: Olahraga Yang
Tenis Lapangan: Pengertian, Sejarah, Kejuaraan, Teknik
Tenis Lapangan: Pengertian, Sejarah, Kejuaraan, Teknik
Table of Contents Wajib Diketahui Semua Tentang
Must read×

Top